Caramembuat pembangkit listrik sederhana dengan alat seadanya, percobaan bismillahirrohmanirrohim listrik merupakan energi yang tidak akan pernah hilang. Generator pembangkit listrik tangan diy dinamo kayu dynamo fisika fyirp66.900: Berikut ini cara membuat plta sederhana ala djawanews! Dengan debit air yang relatif kecil dan head kurang Alatdan Bahan yang digunakan untuk membuat es krim : 2 cangkir susu cair rasa apa saja (atau susu bubuk/kental yang sudah dicairkan) 1 kantong plastik klep berukuran kecil. ¼ cangkir gula pasir. 2 sendok teh cokelat cair atau vanili. 4 cangkir es batu. ½ cangkir garam. 1 kantong plastik klep berukuran besar. Isolasi. Caramembuat kincir air sederhana. Contoh alat peraga ipa fisika selanjutnya adalah kincir air sederhana. Gelas air minum mineral bekas bersama sedotannya, kawat atau kalau ditoko bangunan itu biasa disebut dengan bendrat. Cara membuat kincir air sederhana unknown di 05.34.00. Buatlah teks laporan dari percobaan membuat pelangi ini dalam DalamFun Fisika ini, Sobat GS akan membuat magnet dan melihatnya bagaimana magnet tersebut bereaksi /merespon magnet yang lebih besar yaitu BUMI. Kami menunjukkan dua cara untuk melakukan ini. Setiap magnet memiliki kutub pencari utara dan kutub selatan, seperti halnya Bumi, yang merupakan magnet raksasa. Jika dua magnet disatukan, kutub utara Semuaorang pasti tau apa itu termos. Bahkan semua orang pun pernah menggunakan alat ini, Ya, termos merupakan alat untuk menyimpan air dengan suhu tertentu supaya suhu air tersebut tidak terpengaruh dengan suhu luar. Pada post ini, akan dibahas segalanya mengenai termos hingga bahan-bahan pembuatan termos sederhana. a Siapkan alat peraga model motor listrik diatas meja, sebaiknya setiap kelompok memiliki alat ini. Periksalah kedua magnet , pastikan agar kedua magnet menempel dengan baik pada pelat besi. Periksalah lilitan kawat transformator, pastikan agar kedua porosnya dalam keadaan lurus, lilitan kawat dalam keadaan bulat, dan porosnya berada tepat FenomenaEntanglemen Dalam Fisika Kuantum Dapat Diperkuat Dalam Led. Cara membuat alat coli dengan mudah dan sederhana. cara membuat vagina buatan, alat coli bahan silikon kenyal lembut rasa mirip vagina perawan asli. jika belum, kamu tidak perlu khawatir karena kali ini akan melakukan pembahasan. Tuas(pengungkit) adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk mempermudah melakukan usaha. Alat ini sering difungsikan sebagai alat bantu untuk mengangkat, memindahkan, atau mencongkel barang/benda. Dengan tuas (pengungkit), maka proses pemindahan barang membutuhkan energi yang lebih sedikit dibandingkan tanpa tuas (pengungkit). CaraMudah dan Praktis Membuat Komik Sederhana 4 Panel. Untuk membuat komik yang paling sederhana sekalipun, kita sebagai seorang kreator komik awalnya dituntut untuk bisa bercerita, karena pada dasarnya membuat komik bisa disebut bercerita melalui gambar-gambar. Baiklah, mari segera kita mulai! 1. Menyiapkan Alat Gambar. Peralatan yang kita CaraMembuat Rocket Air. Adapun alat dan bahan yang diperlukan: 1. Pipa paralon 2. Cop ban sepeda motor bekas 3. Bekas wadah balsem 4. Lem 5. Alat Peraga Sederhana Fisika "Kapal Uap" TUGAS UJIAN PRAKTEK FISIKA "KAPAL UAP" Judul : Alat Peraga Sede Cara Membuat Rocket Air. Adapun alat dan bahan yang diperlukan: 1. Z6rC. The problem of learning physics at the Oepoi Kupang Seminary High School is the limited use of teaching aids in physics learning. The purpose of the service activities carried out is to describe the satisfaction and benefits of the process of making teaching aids and the results of their use. Methods of implementation activities include observation and interviews, reviewing laboratory equipment, followed by preparation and training activities. The props made are binoculars, a hose and a U-pipe holder, and an image model for visualizing the formation of an object's image between two plane mirrors. The activity was carried out for three days and was attended by 25 students of class X SMA Seminar Oepoi Kupang. Furthermore, observations and filling out questionnaires on the satisfaction and benefits of participating in the activities carried out were carried out. The results of the activities carried out, the teacher and resource persons can make physics teaching aids that can explain physics material in more detail. The benefits and satisfaction of students participating in mentoring activities is that more than 80% of students are satisfied to feel the benefits of this mentoring activity. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free ABDIRA Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022 Halaman 313-318 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Research & Learning in Faculty of Education Pembuatan Alat Peraga Sederhana untuk Mendukung Pembelajaran Fisika Godelfridus Hadung Lamanepa1, Petrus Ola Begu2, Rosenti Pasaribu3 Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang e-mail godelfridus29lamanepa Abstrak Permasalahan pembelajaran fisika di SMA Seminari Oepoi Kupang adalah terbatasnya penggunaan media alat peraga dalam pembelajaran fisika. Tujuan Kegiatan pengabdian dilakukan adalah untuk mendeskripsikan kepuasaan dan manfaat proses pembuatan alat peraga dan hasil penggunaannya. Metode kegiatan pelaksanaan diantaranya observasi dan wawancara, peninjauan alat-alat di laboratorium, lalu diikuti tahap persiapan dan pelatihan kegiatan. Alat peraga yang dibuat adalah teropong, selang dan dudukan pipa U, dan model gambar visualisasi pembentukan bayangan benda diantara dua cermin datar. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari diikuti oleh 25 siswa kelas X SMA Seminar Oepoi Kupang. Selanjutnya dilakukan observasi dan pengisian angket kepuasan dan manfaat mengikuti kegiatan yang dilakukan. Hasil dari kegiatan yang dilaksanakan, guru bersama narasumber dapat membuat alat peraga fisika yang dapat menjelaskan materi fisika secara lebih terperinci. Manfaat dan kepuasan siswa mengikuti kegiatan pendampingan adalah lebih dari 80% siswa merasa puas merasakan adanya manfaat dari kegiatan pendampingan ini. Kata Kunci Pembelajaran Fisika, Media Alat Peraga Abstract The problem of learning physics at the Oepoi Kupang Seminary High School is the limited use of teaching aids in physics learning. The purpose of the service activities carried out is to describe the satisfaction and benefits of the process of making teaching aids and the results of their use. Methods of implementation activities include observation and interviews, reviewing laboratory equipment, followed by preparation and training activities. The props made are binoculars, a hose and a U-pipe holder, and an image model for visualizing the formation of an object's image between two plane mirrors. The activity was carried out for three days and was attended by 25 students of class X SMA Seminar Oepoi Kupang. Furthermore, observations and filling out questionnaires on the satisfaction and benefits of participating in the activities carried out were carried out. The results of the activities carried out, the teacher and resource persons can make physics teaching aids that can explain physics material in more detail. The benefits and satisfaction of students participating in mentoring activities is that more than 80% of students are satisfied to feel the benefits of this mentoring activity. Keyword Physics Learning, Practical Tool Media Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdira 2022 314 PENDAHULUAN Pembelajaran Fisika yang berlangsung sampai saat ini cenderung bersifat hafalan, kering dan kurang mengembangkan proses berpikir peserta didik, Setyorini et al., 2011; Kawuri & Fayanto, 2020. Masih banyak juga guru fisika yang kurang melaksanakan praktikum atau demo dengan alat peraga sebagai sarana mempelajari konsep fisika, Anwar, 2014. Nyatanya proses berpikir peserta didik dalam membangun konsep belajarnya dapat dilakukan melalui kegiatan praktikum atau demonstrasi belajar, sehingga butuh banyak kegiatan yang dilakukan langsung oleh siswa dalam belajar. Kegiatan praktikum dapat dipandang sebagai sarana bagi siswa untuk melatih keterampilan proses sains siswa sama seperti para ilmuwan, Keifer & Effenberger, 1967 karena konsep pembelajaran fisika memang seharusnya menggunakan pendekatan proses untuk menemukan bukan dengan cara menghafal rumus, hukum-hukum fisika dan postulat. Kegiatan praktikum yang memanfaatkan alat-alat laboratorium dapat dimanfaatkan sebagai media atau sarana di dalam proses pembelajaran, di laboratorium, kelas maupun dibawa keluar kelas/lingkungan, dengan kegiatan praktikum pesrta didik tidak hanya menjadi lebih terampil tetapi juga mempengaruhi langsung pada pembentukan sikap ilmiah dan juga pencapaian hasil pengetahuannya, Sundari, 2008; Ginting et al., 2018. Prinsip perancangan alat peraga dan media-media belajar didasarkan pada perolehan informasi melalui panca indera dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semakin banyak panca indera yang dikerahkan kepada suatu objek yang dipelajari maka persepsi yang diberikan akan semakin mudah diterima oleh peserta didik, Selain meningkatnya kemampuan kognitif dan afektif, kemampuan psikomotorik peserta didik juga akan terlatih dengan adanya penggunaan alat peraga. Selain meningkatnya kemampuan kognitif dan afektif, kemampuan psikomotorik peserta didik juga akan terlatih dengan adanya penggunaan alat peraga, Masyruhan et al., 2020. Namun demikian kurangnya sarana dan prasarana berupa alat peraga masih menjadi kendala dalam pembelajaran fisika. Motivasi utama dari kegiatan ini adalah pembelajaran fisika harus diperkaya dengan kegiatan-kegiatan praktikum atau dilakukan dengan alat peraga atau media lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diperoleh informasi bahwa metode pembelajaran yang selalu dilaksanakan oleh guru mata pelajaran dalam pembelajaran fisika adalah ceramah, demonstrasi, dan eksperimen. Namun ketersediaan alat peraga yang terbatas menjadi kendala yang menghambat terciptanya proses pembelajaran berbasis praktikum. Akibatnya proses pembelajaran yang memakan banyak waktu berdampak pada target praktikum yang seringkali tidak seluruhnya bisa terpenuhi. Untuk itu kegiatan pegabdian ini, dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelatihan pembuatan alat-alat yang dapat digunakan dalam beberapa topik pembelajaran. Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdira 2022 315 Alat peraga merupakan media yang menyampaikan pesan kepada penggunanya. Manfaat dari alat peraga dianataranya mencakup 1 memudahkan siswa/guru dalam menemukan persoalan dan fokus pada pengalaman belajar, Juwairiah, 2013; 2 menigkatkan pemahaman konsep dan mengatasi miskonpsi, Prasetyarini et al., 2013; 3 Kegiatan pelatihan pembuatan alat peraga fisika memberikan salah satu solusi terhadap keterbatasan sarana laboratorium di sekolah, Saroja et al., 2014. METODE Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan alat-alat yang dapat digunakan pada pelajaran fisika kepada siswa kelas X dan guru fisika SMA Seminar St. Rafael Oepoi Kupang, selanjutnya dibimbing untuk menerapkan hasil pelatihan. Tahapan pelatihan sebagai berikut 1 Tahapan persiapan, meliputi a observasi dan wawancara, dilakukan untuk melihat kondisi langsung pembelajaran dan mendapatkan informasi terkait alat-alat laboratorium dari guru mata pelajaran; b Pemantapan kegiatan mencakup peninjauan alat yang akan dibuat; c Pembuatan peralatan praktikum fisika; 2 Tahapan pelaksanaan, mencakup presentasi konsep fisika untuk alat tertentu, dilanjutkan metode pelatihan dan simulasi untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat alat sesuai materi pelatihan lalu diikuti dengan Tanya jawab. Untuk mengetahui informasi kepuasan dan manfaat pelatihan, diberikan angket survei. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendampingan yang dilakukan bertujuan agar siswa merancang dan menggunakan secara alat peraga untuk praktikum dalam mempelajarari pelajaran fisika optika khususnya alat-alat optik. Pada tahap ini juga peserta dituntut untuk dapat mengembangkan kreatifitas tentang alat peraga sesuai fungsinya Rincian alat yang dibuat pada kegiatan pelatihan ini mencakup 1 teropong bintang dua buah, dibuat untuk menjelaskan materi bagian-bagian teropong serta pembentukan bayangan pada teropong. 2 selang dan dudukan untuk pipa U dua buah digunakan untuk menjelaskan topik Tekanan pada zat cair, materi fluida statis, 3 gambar visualisasi pembentukan bayangan pada benda diantara dua cermin datar, dibuat untuk menjelaskan cara menggambar titik-titik yang menjadi lokasi pembentukan bayangan-bayangan benda ketika diletakan diantara dua buah cermin datar dengan sudut tertentu. Gambar 1. Teropong hasil kerja siswa dan narasumber Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdira 2022 316 Siswa memperoleh pengetahuan tentang pembuatan alat-alat peraga yang disebutkan di atas dan juga mampu membuat alat-alat peraga sederhana tersebut. Bila alat tersebut tidak dibuat besar kemungkinan siswa hanya melihat gambar saja. Gambar 2. Pipa U hasil kerja siswa dan narasumber Di akhir acara pelatihan, kami meminta tanggapan dari siswa melalui angket respon yang berisi kepuasan dan kebermanfaatan kegiatan yang dilakukan. Hasil dari angket respon ditampilkan pada Tabel 1 dan 2 di bawah ini. Tabel 1. Kepuasan Siswa Terhadap Kegiatan Pelatihan Secara umum kepuasan siswa sangat baik. Kepuasan siswa pada Tabel 1 adalah hasil analisis dari pengisian angket. Kepuasan juga ditunjukkan dengan antusias dan kesungguhan dalam mengikuti setiap sajian materi pelatihan yang disajikan oleh narasumber. Demikian pula kegiatan diskusi berlangsung sangat baik. Respon peserta maupun tanggapan dari nara sumber berlangsung baik. Banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta menunjukkan adanya respon positif dari peserta terhadap materi pelatihan. Hal lain yang dapat diamati dari kegiatan diskusi adalah bahwa pengetahuan awal siswa tentang materi optika khususnya teropong cukup baik, walau pada kenyataannya mereka belum pernah membuat alat ini atau melaksanakan praktikum dengan alat yang dimaksud. Setelah selesai mengikuti pendampingan ini lebih dari 80% seperti pada Tabel 1, siswa menyatakan bahwa memperoleh tambahan berbagai informasi, pemahaman, kemampuan dan keterampilan merancang eksperimen teropong sederhana. Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdira 2022 317 Tabel 2. Kebermanfaatan Kegiatan Menurut Siswa Hasil dari angket manfaat kegiatan ini diperoleh bahwa 82% siswa mendapatkan manfaat pelatihan. Peserta memperoleh Pengetahuan tentang Praktikum Fisika, dan Pembuatan alat-alat Praktikum Fisika, dan juga peserta mampu membuat alat-alat praktikum Fisika sederhana dengan menggunakan teropong dan Pipa U serta media untuk cermin datar. Bila tidak memungkinkan alat tersebut dibuat maka alat tersebut dilihat bagian dan penggunaanya hanya melalui gambar atau video. Dalam pembuatan siswa mempunyai keahlian dan strategi bagaimana cara dalam membuat alat praktikum Fisika sederhana ini. SIMPULAN Penggunaan Media berupa alat peraga dalam pembelajaran fisika turut berkontribusi dalam pencapaian hasil siswa. Penggunaan Alat peraga dapat menerangkan atau mewujudkan konsep-konsep fisika yang sulit dipahami. Intinya adalah media ini sebagai benda yang menjadi perantara untuk membantu menanamkan dan memperjelas konsep dalam proses pembelajaran seuai dengan tujuan yang diharapkan. Mengingat akan pentingnya media alat peraga maka kegiatan ini dapat terlaksana. Hasil dari kegiatan ini memberikan respon yang positif, baik melalui pengamatan berupa, antusias siswa dalam mendengarkan materi serta bertanya maupun melalui angket. Lebih dari 80% siswa yang mengikuti menanggapi dengan puas dan merasakan ada manfaatnya. Selanjutnya diharapkan media alat peraga harus mendapat perhatian setiap guru fisika karena media bisa meningkatkan antusiasme siswa serta memudahkan meraka mereka dalam mempelajari konsep fisika yang abstrak. DAFTAR PUSTAKA Anwar. 2014. Pelatihan Pembuatan Alat-Alat Praktikum Kecamatan Winong Kab Pati. Edi Daenuri Anwar, 141, 43–56. Ginting, D., Retnawaty, S. F., Febriani, N., Fitri, Y., Wirman, S. P., & Fitrya, N. 2018. Pelatihan Eksperimen Fisika Sederhana Untuk Guru Mata Pelajaran Fisika Sma Sederajat Di Kota Pekanbaru. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 21, 21–24. Juwairiah. 2013. Alat Peraga Dan Media Pembelajaran Kimia. Visipena Journal, 41, 1–13. Kawuri, M. Y. R. T., & Fayanto, S. 2020. Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas X MIPA SMAN 1 Piyungan Yogyakarta. Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika, 51, 1. Keifer, G., & Effenberger, F. 1967. 済無No Title No Title. Angewandte Chemie International Edition, 611, 951–952. Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdira 2022 318 Masyruhan, M., Pratiwi, U., & Al Hakim, Y. 2020. Perancangan Alat Peraga Hukum Hooke Berbasis Mikrokontroler Arduino Sebagai Media Pembelajaran Fisika. SPEKTRA Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 62, 134. Prasetyarini, A., Fatmaryanti, S. D., & Akhdinirwanto, R. W. 2013. Pemanfaatan Alat Peraga IPA untuk Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika pada Siswa SMP Negeri I Buluspesantren Kebumen Tahun Pelajaran 2012/2013. Radiasi, 21, 7–10. Saroja, G., Nadhir, A., Maryanto, S., Santoso, D. R., & S. 2014. Kata kunci Persepsi, Alat Peraga Fisika, Proses Pembelajaran. 22. Setyorini, U., Sukiswo, S. E., & Subali, B. 2011. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Smp. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 71, 52–56. Sundari, R. 2008. An Evaluation On The Use Of Laboratory In Teaching Biology In Public Madrasah Aliyah In Sleman Regency. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 2, 196–212. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this rangka mendukung ketersediaan alat peraga pembelajaran fisika digital yang layak menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetahui kelayakan alat peraga hukum hooke berbasis mikrokontroler arduino sebagai media pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian perancangan yang mengadopsi model penelitian 4D Thiagarajan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar uji laboratorium, lembar validasi ahli, dan angket respon peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1 Alat peraga hukum hooke memenuhi kriteria kelayakan pada uji laboratorium dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil sebesar 0,07%, 2 Alat peraga hukum hooke berbasis arduino yang dirancang memenuhi kriteria kelayakan dengan hasil persentase 72% dalam kategori “layak” pada uji validitas ahli materi dan hasil validasi ahli media mendapatkan persentase 77% dalam kategori “layak” serta persentase 81% dalam kategori “sangat layak” pada uji respon peserta didik. Dengan demikian alat peraga hukum hooke berbasis mikrokontroler arduino layak digunakan sebagai media pembelajaran Kunci Alat Peraga, Hukum Hooke, Mikrokontroler Arduino, Media PembelajaranMaria Yosephien Retna Tinon Kawuri Suritno FayantoActivity learning is student activities during learning. Active learning is learning that supply and provides an opportunity for students to learn on their own or their activities that have an impact on learning outcomes. The purpose of this study was to describe the activity and student learning outcomes by applying the model of discovery learning. The research sample is Class X MIPA Public High School 1 Piyungan. This type of research is classroom action research consisted of two cycles of cycle 1 and cycle 2. Data collection techniques are using observation sheets and test sheets, As for the data analysis using descriptive analysis. The results of the analysis that studied physics Increased activity class X MIPA Public High School 1 Piyungan with discovery learningon the measurement of physical quantities in the academic year 2019/2020 of the first cycle in the first meeting and the second meeting was increased from to In the second cycle increased from to there was an increase of Improved physics learning outcomes of students of class X MIPA Public High School 1 Piyungan with discovery learningDL on the material for measuring physical quantities in the academic year 2019/2020 in cycle I to cycle II from 61% to experiencing an increase of Improved learning outcomes show that the application of discovery learningcan be fun and make students interested and interested in learning. Delovita GintingSri Fitria RetnawatyNoni FebrianiNeneng FitryaImplementasi praktikum Fisika di sekolah sekarang ini ternyata masih menghadapi banyak kendala. Permasalahan yang dihadapi guru dalam menyelenggarakan praktik atau eksperimen antara lain kurangnya peralatan dan bahan praktikum serta kurangnya pengetahuam dan keterampilan guru dalam mengelola kegiatan praktikum. Konsep pembelajaran Fisika tidak mungkin dapat terpenuhi apabila tidak didukung oleh kemampuan guru dalam menyelenggarakan kegiatan praktikum di laboratorium sebagai kunci keberhasilan pembelajaran Fisika. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan mengelola laboratorium Fisika sehingga memiliki peralatan praktikum sederhana yang mudah dipahami. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepad guru Fisika SMA di Kota Pekanbaru agar mampu merancang eksperimen Fisika sederhana dengan menggunakan alat atau bahan yang mudah diperoleh. Metode pelatihan terdiri dari penyampaian materi oleh narasumber, memberikan contoh praktik, peserta melakukan simulasi, dan terakhir peserta dapat melakukan tanya jawab dengan SetyoriniS. E. Sukiswo B. SubaliModel PBL mengajak siswa agar mampu melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sehingga dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model Problem BasedLearning pada sub pokok bahasan gerak lurus berubah beraturan yang dapat meningkatkan kempuan berpikir kritis sampel dengan teknik simple random sampling. Data penelitian berupa kemampuan berpikir kritis siswa diambildengan teknik tes dan praktikum, dengan tes diperoleh hasil 75% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan 7,5% memilikikemampuan sangat kritis. Sedangkan pada praktikum diperoleh hasil sebesar 82,5%. Aspek psikomotorik memiliki rerata 82,75dalam kategori sangat aktif kemudian untuk aspek afektif nilai rerata sebesar 73,38 yang termasuk dalam kategori baik. Simpulanpenelitian ini yaitu model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada subpokok bahasan gerak lurus berubah The goal of the research is to gain whether or not an application of Problem Based Learning PBL model can improve students'critical thinking. It is because PBL provides a problem solving activity. Fact, this model can improve the students' capability in criticalthinking. The sample of this study was chosen by using simple random sampling technique and the data were collected using testand students' activities observation in laboratory. From the data analysis, it is found that 75% students have the critical thinkingability and are very critical the thinking. Based on the students' activities in the laboratory observation, it is found that are categorized as very active ones and students are categorized as enthusiastic ones. It can be concluded thatProblem Based Learning PBL model can increase the students' critical thinking in learning ununiformly accelerated critical thinking; problem solving; Problem Based LearningJuwairiahAlat peraga dan Media pembelajaran kimia memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Penggunaan alat peraga dan media pembelajaran yang bervariasi, akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesulitan dalam memahami ilmu kimia disebabkan kebanyakan konsep-konsep dalam ilmu kimia maupun materi kimia secara keseluruhan merupakan konsep atau materi yang bersifat abstrak dan kompleks, maka guru harus membantu siswa untuk memvisualisasikan konsep yang abstrak tersebut menjadi sesuatu yang nyata dan mudah dipahami siswa, karena pada dasarnya siswa itu belajar dari sesuatu yang konkret, bahkan tidak hanya siswa, orang dewasa pun dalam waktu tertentu membutuhkan visualisasi untuk memahami konsep-konsep yang abstrak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan alat peraga dan media dalam pembelajaran kimia untuk menanamkan konsep agar mudah dimengerti oleh para Pembuatan Alat-Alat Praktikum Kecamatan Winong Kab PatiAnwarAnwar. 2014. Pelatihan Pembuatan Alat-Alat Praktikum Kecamatan Winong Kab Pati. Edi Daenuri Anwar, 141, Alat Peraga IPA untuk Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika pada Siswa SMP Negeri I Buluspesantren Kebumen Tahun PelajaranA PrasetyariniS D FatmaryantiR W AkhdinirwantoPrasetyarini, A., Fatmaryanti, S. D., & Akhdinirwanto, R. W. 2013. Pemanfaatan Alat Peraga IPA untuk Peningkatan Pemahaman Konsep Fisika pada Siswa SMP Negeri I Buluspesantren Kebumen Tahun Pelajaran 2012/2013. Radiasi, 21, kunci Persepsi, Alat Peraga FisikaG SarojaA NadhirS MaryantoD R SantosoSaroja, G., Nadhir, A., Maryanto, S., Santoso, D. R., & S. 2014. Kata kunci Persepsi, Alat Peraga Fisika, Proses Pembelajaran. 22.An Evaluation On The Use Of Laboratory In TeachingR SundariSundari, R. 2008. An Evaluation On The Use Of Laboratory In Teaching Biology In Public Madrasah Aliyah In Sleman Regency. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 2, 196-212. Mebuat Perabot Peraga SederhanaPembelajaran yang efektif menggunakan alat peraga. Alat Peraga ini koteng masih cukup selit belit didapatkan. Seandainyapun juga belum tentu sesuai dengan pusat bahasan yang sedang dibahas. Solusi adalah membuat alat peraga koteng walaupun itu mungkin sangat sederhana. Dengan membuat gawai peraga fisika sederhana, temperatur boleh bertambah tepat dan efektif privat menggunakannya. Alat Peraga fisika nan dibuat oleh guru sendiri mempunyai beberapa keuntungan, umpama berikut Guru boleh menggunakan alat peraga tersebut sesuai dengan nan mereka inginkan, sehingga penggunaan peranti peraga lebih pas karena nan menggunakan adalah sang pembuatnya seorang. Sekolah tidak akan jalinan kekurangan radas peraga dikarena guru boleh membentuk seorang dengan memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya. Biaya kerjakan pengadaan radas peraga ini lalu murah dan sasaran – bahannya mudah didapat. MINIATUR POMPA HIDROLIK miniatur pompa hidrolik dapat membeningkan secara kualitatif syariat pascal. Instrumen ini dibuat dari barang eks seperti 1. dua suntikan, 1 diameter besar dan 1 kembali berdiameter kecil, 2. selang kecil, 3. air, 4. kayu. CARA KERJA 1. Dorong suntikan kecil segala yang dirasakan 2. Dorong Semprot osean barang apa nan dirasakan, 3. Bandingkan perbedaan sekiranya dia mendorong ki bentakan besar dengan semprot kecil PIPA VENTURI ALAT DAN BAHAN 1. culim paralon 2. gudu-gudu L 3. shock 4. selang 5. papan 6. fluida air pada pipa, patra pada selang CARA KERJA 1. Alirkan air melewati pipa L, 2. Lihat perbedaan keluhuran minyak pada selang, 3. Bagaimana impitan lega gudu-gudu raksasa dan katai?, 4. Bagaimana kecepatan rotasi air lega pipa samudra dan pengudut katai menurut kemiripan kontinuitas?, 5. Membuat kesimpulan. ALARM DETEKSI GEMPA Bulan-bulanan 1. Bell pintu kabel tidak wireless 2. Benang tembaga listrik subtil bisa dipakai semenjak kabel bell pintu 3. Kabel saya pakai dia 2 mm bikin dibuat ring/ring 4. Pipa paralon PVC saya pakai 1,5” x 40 cm berguna sbg penaung dari angin atau binatang seperti cicak 5. Unting-unting yang diharapkan bergerak saat gempa 6. Paku secukupnya alat pandai berharga lakukan menentukan posisi vertikal, kadang disebut bandul. Perlengkapan 1. Pengetuk 2. Tang 3. Gergaji 4. Lain2 yang diperlukan Tidak harus semacam ini yang bermanfaat mandu kerja alat bisa disesuaikan dengan bahan-sasaran yang ada disekitar rumah. Mandu kerjanya sama semata-mata dengan menekan bell portal, belaka doang saklar bell dimodifikasi untuk berbunyi saat goyangan unting menyentuh cincin. Langkah-langkahnya silakan lihat foto2 dan diagram tutorialnya pake rancangan aja yach saya rasa sudah cukup dimengerti di bawah ini Inilah Incaran-bahannya Bagian atas paralon tempat penggantung krucut unting – unting Dan dibungkus dengan kotak Dengan mempekerjakan unting-unting yang berbentuk kerucut terbalik itu, kita bisa mengatur tingkat sensibilitas dari alarm kita dengan menyedot alias menurunkan unting. Selain itu unting n kepunyaan berat yang cukup untuk bergerak ketika terjadi goyangan. Perhatian • Unting dan kabel berbahan konduktor seperti mana tembaga, besi dan tak-lain. • Unting2 dan benang besi penggantungnya harus bergerak bebas dalam culim PVC maupun lega gelang-gelang kawat. • Babak atas maupun bawah PVC dibuatkan kotak cak bagi antisipasi gangguan angin dll syukurnya saya punya boks dari plastik sehingga bisa mengontrol posisi unting tanpa harus membeberkan peti. • Nada bell jangan sebagai halnya bell pintu. Uang pelicin 1. Baiknya cari musik sebagaimana lagu, jadi tebak makin panjang. 2. Pakai baterai alkaline supaya lebih awet. 3. Peti pembungkusnya lebih baik membayang biar memudahkan pengecekan Apa itu Termometer? Untuk mengukur suhu suatu keadaan digunakan suatu alat yang dinamakan termometer. Kata “termometer” berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos dan meter. Thermos artinya panas, sedangkan meter artinya mengukur. Jadi, termometer merupakan alat untuk mengukur suhu. Termometer pertama kali dibuat pada tahun 1592 oleh seorang ilmuwan Italia bernama Galileo Galilei yang menggunakan udara dan air. Pada tahun 1714, ilmuwan Jerman bernama Daniel Gabriel Fahrenheit membuat termometer yang berisi air raksa. Kemudian pada tahun 1742, ilmuwan Swedia bernama Andres Celsius menemukan termometer yang menggunakan skala ukuran 100. Termometer biasanya berbentuk sebuah pipa kaca sempit tertutup yang diisi dengan zat cair, seperti raksa. Dalam sistem satuan internasional SI besaran suhu menggunakan skala Kelvin K, tetapi di Indonesia besaran suhu yang sering digunakan adalah Celcius oC. Termometer yang kita kenal saat ini memiliki empat jenis skala ukur, yaitu Celcius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin. Keempat jenis skala termometer tersebut dinamai sesuai dengan nama penemunya. Di bawah ini ditunjukkan perbandingan empat skala termometer tersebut. 1. Termometer Celsius Dibuat oleh Anders Celsius dari Swedia pada tahun 1701 - 1744. □ Titik tetap atas menggunakan air yang sedang mendidih 100 0 C. □ Titik tetap bawah menggunakan air yang membeku atau es yang sedang mencair 00 C. □ Perbandingan skalanya 100. 2. Termometer Reamur Dibuat oleh Reamur dari Perancis pada tahun 1731. □ Titik tetap atas menggunakan air yang mendidih 800 R. □ Titik tetap bawah menggunakan es yang mencair 00 R. □ Perbandingan skalanya 80. 3. Termometer Fahrenheit Dibuat oleh Daniel Gabriel Fahrenheit dari Jerman pada tahun 1986 - 1736 □ Titik tetap atas menggunakan air mendidih 212o F. □ Titik tetap bawah menggunakan es mencair 00o F. □ Perbandingan skalanya 180. 4. Termometer Kelvin Dibuat oleh Kelvin dari Inggris pada tahun 1848-1954 □ Titik tetap atas menggunakan air mendidih 373 K. □ Titik tetap bawah menggunakan es mencair 273 K. □ Perbandingan skalanya 100. Berdasarkan penetapan skala beberapa termometer di atas, maka dapat dibuat perbandingan skala termometer Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin sebagai penetapan skala beberapa termometer di atas, maka dapat dibuat perbandingan skala termometer Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin sebagai berikut. Tabel Perbandingan Skala Termometer No. Jenis Termometer Titik Tetap Bawah Titik Tetap Atas Selisih Jumlah Skala 1. Celcius 0oC 100oC 100 2. Reamur 0oR 80oR 80 3. Fahrenheit 32oF 212oF 180 4. Kelvin 273 K 373 K 100 Cara Membuat Termometer Sederhana Berikut ini adalah percobaan atau eksperimen sederhana untuk membuat termometer sendiri yang bisa kalian terapkan di rumah masing-masing. Tujuan Percobaan Membuat termometer sederhana. Alat dan Bahan □ Air □ Pewarna makanan □ Botol kecil □ Sedotan bening □ Lilin mainan/plastisin/tanah liat □ Kain hangat □ Spidol warna Langkah-Langkah Percobaan 1. Tuang sedikit air yang telah diberi beberapa tetes pewarna makanan ke dalam botol. 2. Tandai batas atas permukan air dalam botol dengan menggunakan spidol. 3. Masukkan sedotan sehingga menyentuh permukaan air dalam botol. 4. Tutup dengan rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan plastisin atau tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam botol. 5. Tempelkan kain hangat pada botol dan perhatikan baik-baik. 6. Tandai dengan spidol batas permukaan air di dalam botol setelah botol ditempel kain hangat dengan spidor warna merah. Tanda ini dianggap sebagai titik tetap atas. Kemudian simpan termometer di dalam lemari es beberapa saat. Perhatikan, air akan menyusut sehingga permukaan air akan turun. Tandailah permukaan air tersebut dengan spidol biru. Tanda ini dianggap sebagai titik tetap bawah. Lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini. Bagaimana termometer ini bekerja? Termometer bekerja berdasarkan perubahan volume suatu zat cair dan perubahan suhu. Permukaan suatu zat cair akan naik melalui sedotan volume zat cair tersebut bertambah ketika dipanaskan dan juga permukaan suatu zat cair akan turun volume zat cair berkurang ketika didinginkan. Hubungan inilah yang dimanfaatkan oleh termometer untuk mengukur suhu suatu zat. Hubungan antara perubahan volume dan perubahan suhu juga terjadi pada zat padat dan zat gas. Jika zat padat atau zat gas dipanaskan, volumenya akan bertambah. Begitu pula jika zat padat atau zat gas didinginkan, volumenya akan berkurang. Nah, tahukah kamu zat apa yang sebaiknya digunakan untuk mengisi termometer agar dapat mengukur suhu dengan baik? Termometer raksa vs termometer alkohol Zat pengisi termometer yang paling umum digunakan adalah raksa dan alkohol. Kedua zat cair tersebut masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Raksa Keuntungan menggunakan raksa sebagai pengisi termometer adalah sebagai berikut. □ Warnanya mengkilap seperti perak sehingga mudah dilihat. □ Perubahan volumenya teratur pada saat terjadinya perubahan suhu. □ Tidak membasahi dinding kaca. □ Jangkauan suhunya cukup lebar –40 °C sampai dengan 350 °C. Sedangkan kerugiannya adalah sebagai berikut. □ Harga raksa mahal. □ Raksa tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah. Alkohol Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer adalah sebagai berikut. □ Untuk menaikkan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volume lebih besar sehingga dapat mengukur suhu dengan teliti. □ Dapat mengukur suhu yang sangat rendah. Sedangkan kerugiannya adalah sebagai berikut. □ Titik didih rendah 78 °C sehingga pemakaiannya terbatas. □ Tidak berwarna, sehingga perlu diberi warna agar mudah dilihat. □ Membasahi dinding kaca. Dari perbandingan sifat antara raksa dan alkohol di atas, maka untuk mengukur suhu benda yang lebih rendah dari - 39°C digunakan termometer alkohol. Karena alkohol membeku pada suhu −114°C tetapi termometer alkohol mempunyai kelemahan, alkohol titik didihnya relatif rendah yaitu 78°C, sehingga termometer alkohol tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu di atas 78°C. Oleh karen itu, digunakanlah termometer air raksa mampu mengukur suhu lebih tinggi hingga 375°C. Untuk mengukur suhu di atas 375°C digunakan termometer jenis lain, yaitu termometer digital, termometer logam dan termometer optik berdasarkan spektrum cahaya. Pengukuran suhu menggunakan termometer optik tidak menyentuh benda secara langsung, karena pada umumnya benda terletak sangat jauh atau bendanya berpijar. Misalnya mengukur suhu bintang atau mengukur suhu pada tungku pengecoran logam. Spektrum berwarna biru lebih panas dibandingkan dengan spektrum berwarna merah. Mungkin sebagian dari kalian ada yang bertanya, apakah air biasa air mineral bisa digunakan untuk mengisi termometer? Jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak? Berikut ini beberapa alasannya. □ Air membasahi dinding kaca, sehingga skala sulit dibaca. □ Air tidak bewarna sehingga sulit dibaca batas ketinggiannya □ Jangkauan suhu air terbatas yaitu antara 0°C − 100°C. □ Perubahan volume air sangat kecil ketika suhu dinaikkan. □ Hasil pembacaan yang diperoleh kurang teliti karena air penghantar panas yang jelek.